• Beranda
  • »
  • Artikel
  • »
  • Membatasi Akses Website Saat Masih Dalam Tahap Uji Coba

Membatasi Akses Website Saat Masih Dalam Tahap Uji Coba

previous Previous Page

Menampilkan website yang masih dalam tahap pengetesan pada publik bukanlah hal yang bijak. Selain dari sisi tampilan website yang belum sempurna, dan juga ada detail-detail kecil yang masih perlu untuk ditambahkan. Belum lagi pesan error (kesalahan) yang juga bisa saja muncul sewaktu-waktu, dan anda tentunya tidak menginginkan hal itu terjadi.

Hal yang lebih buruk lagi adalah jika terdapat website yang masih memiliki pesan error (kesalahan) di sana-sini dan terindex oleh mesih pencari seperti google, bing, yandex dan lainnya. Yang ditakutkan adalah mesin pencari tersebut menjadi enggan mampir lagi dan melakukan proses pengindexan pada website anda. Mesin pencari biasanya melakukan crawling atau pengindexan suatu website secara rutin dan berkala waktu misalnya sehari sekali. Namun jika website anda bermasalah seperti terdapat banyak kesalahan berupa pesan error yang tidak segera diperbaiki, link (tautan) yang kosong, dikhawatirkan mesin-mesin pencari tidak mau datang dan mengindex website anda.

Di sisi lain anda ingin segera menampilkan website anda secara online, untuk mengetahui hasil program yang sudah anda susun sebelumnya secara langsung. Hal ini bisa jadi disebabkan karena terdapat fungsi-fungsi baik itu PHP, Javascript maupun script pihak ketiga yang hanya dapat dieksekusi jika website tersebut menggunakan server host online. Jadi jika menggunakan server lokal (localhost) fungsi-fungsi yang disebutkan tidak akan dapat dijalankan.

Anda dapat melakukan pembatasan pengaksesan website, sehingga hanya anda sendiri saja yang dapat mengakses website untuk melakukan pengetesan dan perbaikan tampilan serta melakukan pengelolaan konten dengan baik.

Membatasi Akses Website Dengan .htaccess

Untuk melakukan pembatasan akses website cara pertama dapat dilakukan melalui file .htaccess. Proses pembatasan dilakukan dengan identifikasi IP (Internet Protocol). Metodenya adalah dengan melakukan penolakan (deny) terhadap semua IP yang berusaha mengakses website, kecuali IP anda sendiri. Hal ini dapat dilakukan dengan mudah hanya melalui modifikasi file .htaccess.

Langkah-Langkah :

Check Alamat IP
IP (Internet Protocol) merupakan identitas unik yang hanya dimiliki oleh satu perangkat saja untuk mengakses koneksi internet. IP ini dikeluarkan oleh penyedia layanan internet suatu negara. Untuk mengetahui IP pada perangkat anda, silahkan buka tautan website myip.com

tampilan ip internet protocol

Membuat / Membuka File .htaccess
Untuk membuka file .htaccess, silahkan anda buka pada halaman cPanel pada server hosting. File .htaccess terletak pada directory public_html. Jika anda belum mempunyai file .htaccess, silahkan buat melalui text editor kemudian simpan dengan nama .htaccess tanpa ekstensi apapun.

Modify File .htaccess
Saat file .htaccess sudah terbuka, silahkan tambahkan kode snippet di bawah ini.

1.  Order Deny, Allow
2.  Deny from all
3.  Allow from 182.1.19.23
4.  #ganti IP 182.1.19.23 dengan AlamatIpAnda

Penjelasan :
Perintah Order Deny, Allow digunakan sebagai awalan perintah untuk melakukan penolakan (deny) dan pemberian ijin (allow) bagi IP yang akan mengakses website (baris ke-1). Perintah diatas dijabarkan oleh perintah selanjutnya yaitu Deny from all yang mempunyai maksud menolak semua IP yang berusaha mengakses website (baris ke-2). Pada perintah Allow from 182.1.19.23 artinya mengijinkan (allow) masuk bagi IP dengan alamat 182.1.19.23 Silahkan anda ganti IP tersebut dengan alamat IP dari perangkat anda.

Berikut tampilan penuh file .htaccess-nya :

htaccess batasi akses website

Membatasi Akses Website Dengan PHP

Selain menggunakan file .htaccess, pembatasan akses website juga dapat dilakukan dengan PHP. Metoda pembatasannya hampir sama, yaitu dengan penyaringan IP (Internet protokol) yang berusaha mengakses website. Jika IP yang masuk bukan dari IP anda, sistem program secara otomatis akan menampilkan pesan tertentu, dan jika IP yang masuk adalah IP anda, maka sistem program akan menjalankan program website secara normal.

Langkah-Langkah :

Check Alamat IP
Langkah ini sama seperti halnya pembatasan via .htaccess. Anda hanya cukup membuka tautan website myip.com untuk mengetahui IP (internet Protocol) pada perangkat anda.

Modify program pada file PHP
Untuk melakukan modifikasi, silahkan buka file utama (index.php) website yang berada pada folder public_html

Kode Script :

1.  <!DOCTYPE html>
2.  <html>
3.  <head>
4.     <meta charset="utf-8">
5.     <title>Website Aman Makmur Sentosa</title>
6.  </head>
7.  <body>
8.  <?php
9.  $ip=$_SERVER['REMOTE_ADDR'];
10. if($ip=="182.1.19.23"){
11.    /*
12.    masukkan kode normal website anda disini...
13.    misalnya seperti dibawah ini :
14.    
15.    */
16.    echo "<h1>Aman Makmur Sentosa</h1>";
17.    echo "<article>";
18.    echo "<p>";
19.    echo "CV Aman Makmur Sentosa merupakan solusi terbaik anda. <br>";
20.    echo "Kami siap membantu menyuplai kebutuhan pokok dengan kualitas terjamin.";
21.    echo "</p>";
22.    echo "</article>";
23. }else{
24.    echo "<p>Website ini dalam pemeliharaan..</p>";
25. }
26. 
27. ?>
28. </body>
29. </html>

Penjelasan :
Untuk mendapatkan IP perangkat pengguna, dapat menggunakan $ip=$_SERVER['REMOTE_ADDR']; (baris ke-9). Silahkan ganti IP pada contoh dengan IP anda sendiri yang sudah anda dapatkan sebelumnya, dan jika IP perangkat adalah berasal dari alamat IP anda akan mengeksekusi untaian kode dalam kurung kurawal pertama (baris ke-9 sampai ke-22). Jika IP perangkat bukan berasal dari anda akan menampilkan tulisan "Website ini dalam pemeliharaan.." (baris ke-24).

Jika dijalankan dengan IP Anda sendiri akan menghasilkan tampilan :

batasi akses web dengan php

Jika dijalankan selain dari IP Anda sendiri akan menghasilkan tampilan :

batasi akses web dengan php

noteCatatan : IP (Internet Protocol) yang digunakan pada tutorial kali ini menggunakan IP Static. IP Static merupakan IP yang memiliki nilai statis dan tidak berubah-ubah nilainya. Jika menggunakan IP dinamic, tentu saja hasilnya tidak akan akurat. Hal ini karena IP dinamic nilainya selalu berubah. Namun jika, anda hanya memiliki IP dinamic, mungkin hal yang perlu ditambahkan adalah perlunya program yang melakukan detect terhadap IP anda secara real time pada browser. Bisa melalui Javascript via ajax. Jika nilai IP-nya berubah akan menampilkan sejenis pesan tertentu (ataupun suara .mp3) dan anda tinggal melakukan edit terhadap file .htaccess maupun PHP anda saat itu juga jika terjadi perubahan nilai.

   0   77

Kategori : tag iconhtml - tag iconphp - tag iconhtaccess - tag iconsupport - tag iconsecurity

facebooktwittergoogle pluswhatapplinkedinpinterest

previous Previous Page

Tinggalkan Balasan

Nama Pengguna* :

Email* :

 

Formulir ini hanya bagi member yang sudah terdaftar. disini.

Belum terdaftar? silahkan Daftar disini.

Mengirim Komentar

Setiap pengunjung situs ini dapat memposting komentar disini, namun tidak semua komentar dapat ditampilkan. Gunakan kalimat baku bahasa Indonesia yang mudah dimengerti. Dilarang memposting kalimat yang berisi ujaran kebencian, SARA, pornografi, perjudian dan spam. Komentar harus sesuai dengan topik. Untuk bahasan lainnya yang lebih mendalam dapat menggunakan sarana forum. Anda dapat mengirimkan suatu pertanyaan dan member lainnya akan menjawab pertanyaan Anda.

News Letters

Silahkan masukkan email Anda untuk berlangganan informasi kami

Polling

1. Apakah website ini menambah pengetahuan Anda?
 Ya
 Tidak
 Tidak Tahu
2. Seberapa sering Anda mengunjungi website ini?
 Sering
 Jarang
 Tidak Pernah
3. Apakah penilaian Anda terhadap website ini, jika melihat dari segi konten/isi?
 Sangat Bagus
 Bagus
 Cukup Bagus
 Kurang Bagus
4. Apakah penilaian Anda terhadap website ini, jika melihat dari segi tampilan?
 Sangat Bagus
 Bagus
 Cukup Bagus
 Kurang Bagus
5. Untuk meningkatkan kualitas website ini, Apakah saran Anda?

 

Silahkan login terlebih dahulu untuk mengirimkan polling. disini.

Belum terdaftar? silahkan Daftar disini.